Minggu, 26 April 2015

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Web pada Materi Struktur dan Fungsi Tubuh Tumbuhan dengan Pendekatan Jigsaw



Bahan ajar yang sesuai pada materi struktur dan fungsi tubuh tumbuhan di SMP Negeri 15 dan SMP Negeri 19 Surabaya diperlukan untuk mencapai kompetensi IPA Biologi, pembelajaran IPA Biologi memerlukan bahan ajar berbasis web yang berlandaskan seperangkat rasional teoritis dan praktis yang mendasari semua keputusan perumusan  sub kompetensi dan indikator dalam suatu bahan ajar berbasis web.
Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility) dengan addanya e-book. Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (interactivity enhancement). Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience). Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Bahan ajar ijni dikembangkan dengan pendekatan jigsaw. Materi struktur dan fungsi tubuh tumbuhan diambil dari http://nahason-bastin.blogspot.com/2014/03/organ-tumbuhan-struktur-tumbuhan-by.html

Kelompok Jigsaw Keenam: BIJI

BIJI
Biji merupakan bakal biji dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain atau tidak. Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan.

Fungsi dari Biji :
a.             Sebagai bakal Tumbuhan bagi tumbuhan
b.             Sebagai makanan bagi kita(contohnya biji jagung dan biji padi)
Struktur Biji :
a.              Kulit Biji adalah untuk melindungi biji.
b.              Endosperma, adalah jaringan yang mengelilingi embrio dan terdapat di kotiledon yang mengandung cadangan makanan.
c.              Skutellum / kotiledon / keping biji. Kotiledon mengandung cadangan makanan yang di dalamnya terdapat pati, protein dan beberapa jenis enzim.
d.              Koleoptil, adalah selubung ujung embrio/plumula.
e.              Plumula, adalah kuncup primer pucuk batang lembaga.
f.               Radikula (bakal akar).
g.              Koleoriza, adalah bagian yang menyelubungi akar.
h.              Embryonic axis, adalah bagian bawah/pangkal embrio.
i.                Hipokotil, adalah bagian bawah embryonic axis yang melekat pada kotiledon.
j.               Epikotil, adalah bagian atas embryonic axis yang melekat pada kotiledon.
k.      Embrio (bakal tumbuhan) adalah embrio yang akan menjadi tumbuhan yang digunakan untuk pertumbuhan tumbuhan

Kelompok Jigsaw Kelima: BUAH

BUAH
Buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji.  Namun dalam ilmu lain, Buah ini memiliki pengertian yang lebih luas lagi.
Kegunaan dari buah :
1.             Sebagai makanan bagi makhluk lain
2.             Sebagai pemecar biji tumbuhan
3.             Sebagai tempat biji pada tumbuhan
4.             Sebagai tempat penyimpanan makanan pada tumbuhan
5.             Sebagai tempat dari hasil fotosintesis tumbuhan
Buah digolongkan menjadi beberapa golongan, yakni :
Buah pada tumbuhan umumnya dapat dibedakan dalam empat golongan yaitu:
1.             Buah Tunggal (Sejati)
Buah tunggal (sejati) adalah  buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih.
a.             Buah kering
Buah tunggal, atau tepatnya buah sejati tunggal, lebih jauh lagi dapat dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras dan mengayu atau seperti kulit yang kering; dan buah berdaging (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.
Buah kering selanjutnya dibedakan atas buah yang tidak memecah (indehiscens) dan yang memecah (dehiscens). Buah indehiscens berisi satu biji, sehingga untuk memencarkan bijinya buah ini tidak perlu memecah. Yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah buah tipe padi, tipe kurung, dan tipe keras.
b.             Buah padi (caryopsis)
Buah padi (caryopsis, atau bulir) memiliki dinding buah yang tipis, dan berlekatan menyatu dengan kulit biji. Kulit biji ini kadang-kadang berlekatan pula dengan biji. Buah terbungkus oleh sekam. Buah suku padi-padian (Poaceae) dan teki-tekian (Cyperaceae) termasuk ke dalam kelompok ini.
Bulir atau buah padi adalah buah sekaligus biji. Bagian buah terletak di sebelah luar, terdiri dari lemma, palea, dan skutelum (scutellum). Bagian biji terdiri dari lapisan aleuron (hanya setebal satu lapis sel), endospermia (tempat penyimpanan cadangan makanan), dan embrio.
c.              Buah kurung (achenium)
Buah kurung (achenium) memiliki dinding buah yang tipis, berdempetan namun tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah ('biji') bunga pukul empat (Mirabilis). Buah kurung majemuk contohnya adalah (buah) bunga matahari.
d.             Buah keras (nux)
Buah keras atau geluk (nux) terbentuk dari dua helai daun buah (carpel) atau lebih; bakal biji lebih dari satu, namun biasanya hanya satu yang menjadi biji sempurna. Dinding buah keras, kadangkala mengayu, tidak berlekatan dengan kulit biji. Contohnya adalah buah sarangan (Castanopsis).
e.              Buah berbelah (schizocarpium)
Buah berbelah (schizocarpium) memiliki dua ruang atau lebih, masing-masing dengan sebutir biji di dalamnya. Jika memecah, ruang-ruang itu terpisah namun bijinya masih terbawa di dalam ruang. Sehingga masing-masing ruang seolah buah kurung yang tersendiri. Contohnya adalah kemangi (Ocimum), beberapa jenis anggota Malvaceae, dan lain-lain.
2.             Buah Ganda
Buah berganda adalah buah yang terbentuk dari satu kuntum bunga yang memiliki banyak bakal buah. Tiap-tiap bakal buah itu tumbuh menjadi buah yang tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah. Sesuai dengan bentuk-bentuk buah penyusunnya, maka dikenal beberapa macam buah berganda. Misalnya:
·                buah kurung berganda, misalnya pada buah mawar (Rosa).
·                buah bumbung berganda, misalnya pada cempaka (Michelia).
·                buah buni berganda, misalnya pada sirsak (Annona).
·                buah batu berganda, misalnya pada murbei (Morus).
3.             Buah Majemuk
Buah majemuk adalah buah hasil perkembangan bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang tumbuh sedemikian sehingga pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Dikenal pula beberapa macam buah majemuk, di antaranya:
·                 Buah padi majemuk, misalnya jagung (Zea). Tongkol jagung sebetulnya berisi deretan buah-buah jagung, bukan biji jagung.
·                 Buah kurung majemuk, misalnya buah bunga matahari (Helianthus).
·                 Buah buni majemuk, misalnya buah nanas (Ananas).
·                 Buah batu majemuk, misalnya buah pandan (Pandanus), pace (Morinda).
a.             Buah Basah
Buah basah adalah buah yang sebagian atau seluruh pericarp atau mesocarp masih tetap basah sampai buah masak. Buah masak dapat dibedakan atas dua golongan, yaitu:
a)             Berry
Berry ialah buah basah di mana seluruh pericarp tetap basah sewaktu masak (mature). Berry ini berasal dari superior ovary. Pericarp pada berry ini merupakan lapisan lunak dan berair (juicy) dan dapat dimakan (edible), umpamanya pada true berry (berry sebenarnya). Contoh berry yaitu : tomat, kurma, anggur, alpukat, terung, lada merah, persimon. Terdapat dua tipe khusus pada berry, yaitu:
a.              Pepo, yaitu berry dengan kulit buah terluar (exocarp) yang keras. Termasuk pepo adalah semangka, mentimun, labu dan cantelope.
b.             Hespiridium, yaitu berry dengan kulit buah seperti kulit, seperti jeruk.
b)             Drupe
Drupe ialah buah basah di mana exocarp, mesocarp dan endocarpnya dapat dibedakan dengan jelas. Exocarpnya biasanya lebih tipis, mesocarp lebih tebal, dan basah atau berserabut. Endocarp umumnya sangat keras atau membatu, biasanya membungkus satu biji. Contohnya plum, olive, apricot, kelapa, dan palm.
4.             Buah Semu
Buah semu atau buah tertutup adalah, yaitu jika buah itu terbentuk dari bakal buah beserta bagian-bagian lain pada bunga itu yang malahan menjadi bagian utama buah ini (lebih besar, lebih menarik perhatian dan seringkali merupakan bagian buah yang bermanfaat dapat dimakan) sedang buah yang sesungguhnya kadang-kadang tersembunyi.
Buah semu dapat dibedakan atas :
1.         Buah semu tunggal, yaitu buah terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Pada buah ini selain bakal buah ada bagian lain bunga yang ikut membentuk buah, misalnya : tangkai bunga, pada buah jambu monyet dan kelopak bunga pada buah ciplukan.
2.         Buah semu ganda, jika pada satu bunga terdapat lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain, dan kemudian masing-masing dapat tumbuh menjadi buah, tetapi disamping itu ada bagian lain pada bunga itu yang ikut tumbuh, dan  merupakan bagian buah yang mencolok (dan seringkali yang berguna), misalnya pada buah arbe (Fragraria vesca L.)
3.         Buah semu majemuk, ialah buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tetapi   seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja, misalnya buah nangka  (Artocarpus integra Merr.), dan keluwih (Artocarpus communis Forst.), yang terjadi dari ibu tangkai bunga yang tebal dan berdaging, beserta daun-daun tenda bunga yang pada ujungnya berlekatan satu sama lain, hingga merupakan kulit buah semu ini


Kelompok Jigsaw Keempat: BUNGA

BUNGA
Bunga merupakan organ seksual pada suatu Tumbuhan untuk mempertemukan sel kelamin jantan(spora atau serbuk sari) dan sel kelamin betina(putik).

Fungsinya :
1.             Sebagai pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.
2.             Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
3.             Sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan.
4.             Sebagai organ untuk bertahan pada kondisi kurang menguntungkan bagi pertumbuhan.
Struktur Bunga :
1.             Mahkota,  Sebagai hiasan dan penarik serangga agar dapat terjadinya penyerbukan
2.             Benang sari (Kepala sari, serbuk sari, dan benang sari)
Sebagai sel kelamin jantan pada organ tumbuhan
3.             Putik (Tangkai putik dan kepala putik)
Sebagai sel kelamin betina pada organ tumbuhan
4.             Tangkai bunga
Tangkai bunga sebagai tempat pertukaran zat dan penyimpanan makanan cadangan, juga sebagai penopang pada bunga.
5.             Dasar bunga.
Dasar bunga berfungsi sebagai tempat metamorphosis daun untuk menjadi bagian-bagian bunga yang duduk yang duduk amat rapat satu sama lain.
6.             Kelopak Bunga
Kelopak bunga berfungsi sebagai hiasan bunga, menyelubungi bunga ketika masih kuncup dan melindungi kuncup dari pengaruh luar.
7.             Bakal biji
Digunakan untuk perkembangan dari biji yang akan menjadi tumbuhan.

Kelompok Jigsaw Ketiga: BATANG

  BATANG
Batang adalah sumbu tumbuhan, tempat semua organ lain bertumpu dan tumbuh. Dimana daun dan bunga bertumpu pada itu.
Batang memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1.             Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf (simetri radial).
2.             Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah muncul tunas yang membentuk cabang batang, daun, atau akar.
3.             Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop).
4.             Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.
5.             Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.
6.             Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.
Fungsi Batang :
1.             Sebagai penompang Tumbuhan
2.             Sebagai tempat pengangkutan air, zat hara, dan hasil fotosintesis.
3.             Sebagai tempat perkembang biakan secara vegetaktif.
4.             Sebagai penyimpangan makanan
Struktur batang :



1.             Xilem (pembuluh kayu)
Xilem digunakan untuk mengangkut air dan zat hara dari akar.
2.             Floem(pembuluh tapis)  
Floem digunakan untuk  mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
3.             Empulur(Stele)
Stele digunakan sebagai tempat adanya xilem dan floem, sebagai alat transportasi , dan juga sebagai alat memperbesar tumbuhan.
4.             Kambium
Memperbesar batang karena terdapat sel-sel kambium
5.             Parenkim(Cortex)
Cortex berfungsi tempat pertukaran zat dan penyimpanan makanan cadangan.
6.             Epidermis
Digunakan untuk melindungi batang dan tumbuhan.